Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Warta Tumbuhan Obat Indonesia > PENELITIAN PROSES PEMBUATAN PEMANIS TAK-BERGIZI DARI DAUN SAGA MANIS

 

Full Text PDF (657 kb)
Warta Tumbuhan Obat Indonesia
Vol 2, No 2 Jan (1993)
PENELITIAN PROSES PEMBUATAN PEMANIS TAK-BERGIZI DARI DAUN SAGA MANIS
Sait, Salya ( Balai Besar Litbang Industri Hasil Pertanian, Bogor)
Lubis, Enny Hawani ( Balai Besar Litbang Industri Hasil Pertanian, Bogor)
Sumarsi, Sumarsi ( Balai Besar Litbang Industri Hasil Pertanian, Bogor)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
27 Nov 2012
 
Dalam rangka membantu mengembangkan pemanfaatan tumbuhan obat Indonesia saga manis (Abrus precatorius Linne) menjadi suatu kegiatan usaha yang bersifat komersial dengan skala industri rumah tangga, maka dilakukan penelitian terhadap sifat-sifat metoda proses Klein untuk pembuatan garam amonium glisirizin yang terkandung dalam daun saga manis dan dalam akar kayu manis cina (Giycyrrhiza glabra Linne) sebagai pembanding. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa proses modifikasi yang menggunakan teknik ekstraksi cara perkolasi dengan etanol (1:1) memberikan daya-guna yang lebih tinggi daripada yang diberikan proses modifikasi dengan menggunakan teknik ekstraksi cara tradisional dengan air panas. Hasil optimal yang diberikan metoda proses Klein untuk membuat amonium glisirizat dengan menggunakan teknik ekstraksi air panas (dengan pengocokan cara tradisional) dari kedua macam bahan daun saga manis dan akar kayu manis cina, keduanya sama, yaitu dicapai setelah lama ekstraksi masing-masing 10 jam. Sedangkan hasil optimal yang diberikan dengan menggunakan teknik ekstraksi dengan etanol (1:1) cara perkolasi, untuk kedua macam bahan dicapai setelah lama ekstraksi masing-masing 12 jam (untuk daun saga manis) dan 11 jam (untuk akar kayu manis cina). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kuantitas glisirizin yang terkandung dalam akar kayu manis cina satu setengah kali lebih tinggi daripada yang terkandung dalam daun saga manis.
Copyrights © 2012