Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Al-Manahij > Kepastian Epistemologis Hukum Islam: Kritik al-Syatibi terhadap Konsep Qat’i-zanni

 

Jurnal Al-Manahij
Vol 7, No 1 (2013)
Kepastian Epistemologis Hukum Islam: Kritik al-Syatibi terhadap Konsep Qat’i-zanni
Rofii, Ahmad ( IAIN Syekh Nurjati Cirebon)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
16 Aug 2013
 
Sebagai salah satu tema penting dalam ushul fiqh, qat’i-zanni menyentuh dimensi radikal dan fundamental dari pengetahuan akan hukum Islam. Hal-hal yang pasti dalam agama selama ini telah dirumuskan atas dasar konsep ini. Tulisan ini mendemonstrasikan kritik salah seorang teoritisi utama hukum Islam, Abu Ishaq al-Syatibi, terhadap konsepsi ortodoksi qat’i-zanni. Dengan menerima faktor ihtimalat ’asyrah dan infirad dalam setiap dalil tekstual, al-Syatibi meragukan eksistensi qat’i versi ulama ushul. Penerimaan terhadap faktor-faktor tersebut tidak menjadikannya skeptis terhadap kepastian hukum Islam. Dalam tulisan ini ditunjukkan bagaimana al-Syatibi menganalisis secara kritis tiga kategori kepastian epistemik dalam hukum Islam, yaitu mutawatir lafzi, mutawatir ma’nawi, dan istiqra` ma’nawi. Dari ketiga kategori tersebut, al-Syatibi menerima dan menyokong dua kategori terakhir. Bahkan, ia secara ekstensif menunjukkan istiqra` ma’nawi sebagai sebagai jalan keluar atas problem epistemologis tersebut. Penggunaan bentuk kepastian terakhir ini menunjukkan keunikan tawaran epistemologis al-Syatibi dalam sejarah teori hukum Islam.   Kata kunci: Abu Ishaq al-Syatibi, qat’i-zanni, kulliyyat, mutawatir, istiqra` ma’nawi   Abstract As one of the important themes in the discipline of Ushul Fiqh, qat’i-zanni touches the radical, fundamental dimension of our knowledge of Islamic law. The definite teachings of the Religion have so far been formulated on the basis of this concept. This paper demonstrates critical outlook from a leading teorist of Islamic law, Abu Ishaq al-Syatibi, to the orthodoxy’s conception of qat’i-zanni. By accepting ihtimalat ’asyrah and infirad factors inherent in every textual evidence, al-Syatibi has doubts over the existence of qat’i as developed by Muslim legal theorists. His acceptance of these factors does not make him skeptical of the certainty of Islamic law. In this essay, it is shown how al-Syatibi critically analyzes three catagories of epistemic certainty in Islamic law, i.e. mutawatir lafzi, mutawatir ma’nawi, and istiqra` ma’nawi. Of these categories, al-Syatibi accepts and endorses the two later categories. He extensively confirms istiqra` ma’nawi as a way out to this epistemological problem. The exploitation of this last form of certainty shows the uniqueness of al-Syatibi’s epistemological proposal in the history of Islamic legal theories.   Keywords:  Abu Ishaq al-Syatibi, espitemology of Islamic law, qat’i-zanni, Usul al-Fiqh, legal reasoning
Copyrights © 2013