Logo IPI  
Journal > Bumi Lestari Journal of Environment > STUDY OF AIR-SEA INTERACTION AND CO2 EXCHANGE PROCESS BETWEEN THE ATMOSPHERE AND OCEAN USING ALOS/PALSAR (Study Cases of Wind Wave Bubbling Process in Badung and Lombok Straits)

 

Full Text PDF (376 kb)
Bumi Lestari Journal of Environment
Vol 9, No 2
STUDY OF AIR-SEA INTERACTION AND CO2 EXCHANGE PROCESS BETWEEN THE ATMOSPHERE AND OCEAN USING ALOS/PALSAR (Study Cases of Wind Wave Bubbling Process in Badung and Lombok Straits)
Ekayanti, Ni Wayan ( Study Program of Environmental Science, Postgraduate Program, Udayana University, Bali)
Osawa, Takahiro ( Center for Remote Sensing and Ocean Science (CReSOS), Udayana University, Bali)
Kasa, I Wayan ( Study Program of Environmental Science, Postgraduate Program, Udayana University, Bali)
As-syakur, A. Rahman ( Center for Remote Sensing and Ocean Science (CReSOS) Universitas Udayana)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
01 Aug 2009
 
Peningkatan CO2 di atmosfer yang berpotensi menghasilkan pemanasan global telah menjadi perhatian bagi kehidupan manusia. Lautan mengandung lima puluh kali lebih besar CO2 daripada atmosfer dan menjadi penyangga yang membatasi konsentrasi CO2 dalam atmosfer. CO2 mengalami perubahan secara terus menerus antara udara-lautan dan konsentrasi CO2 di dalam laut dikendalikan oleh parameter fisika, kimia, dan biologi. Perubahan konsentrasi CO2 antara udara-lautan dapat ditentukan dari interaksi gas dan perbedaan konsentrasi CO2 antara udara-lautan. Perubahan CO2 antara udara-lautan dapat dikaji dari studi kecepatan angin, koefisien gesekan kecepatan angin yang diperoleh dari satelit ALOS/PALSAR di daerah Selat Badung dan Selat Lombok, salinitas, dan juga dengan SST yang diperoleh dari satelit MODIS. Hasil analisis menunjukkan bahwa koefisien perubahan CO2, perbedaan tekanan CO2 antara udara-lautan, dan CO2 flux antara udara-lautan secara berturut-turut yaitu 0.303±0.006 (rata-rata±standar deviasi) (mol m-2 month-1µatm-1), 17.94±10.79 ?atm, and 5.35±3.26 (mol m-2 month-1), dengan nilai maksimum dan minimum dari koefisien perubahan CO2 secara berturut-turut terjadi pada bulan Agustus dan Februari.
Copyrights © 2009