Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Idea Nursing Journal > PENGARUH MODEL AKTIVITAS DAN LATIHAN INTENSITAS RINGAN KLIEN GAGAL JANTUNG TERHADAP TEKANAN DARAH

 

Idea Nursing Journal
Vol 4, No 3 (2013): Idea Nursing Journal
PENGARUH MODEL AKTIVITAS DAN LATIHAN INTENSITAS RINGAN KLIEN GAGAL JANTUNG TERHADAP TEKANAN DARAH
Halimuddin, . ( Bagian Keilmuan Keperawatan Medikal Bedah, PSIK-FK Universitas Syiah Kuala Banda Aceh)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
26 Sep 2014
 
Penurunan curah jantung, kerusakan difusi gas, dan intoleransi aktivitas merupakan masalah utama pada klien gagal jantung. Ini merupakan kondisi dilematis bagi seorang klien. Klien dianjurkan untuk beristirahat dengan cukup dan beraktivitas ringan agar tidak terlalu membebani kerja jantung. Namun disisi lain klien juga memerlukan pergerakan tubuh yang dapat meningkatkan sirkulasi darah. Oleh karena itu dibutuhkan suatu model aktivitas berbasis pada indikator yang dapat mengarah pada perbaikan kemampuan pompa jantung yaitu tekanan darah (sistole, diastole, rata-rata) Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh model aktivitas dan latihan klien gagal jantung terhadap tekanan darah (sistole, diastole dan rata-rata). Penelitian ini menggunakan desain Quasy Experiment tanpa kontrol group. Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Jantung dan pembuluh darah Harapan Kita Jakarta. Populasi sampel adalah klien gagal jantung sebanyak 24 orang, dengan Kriteria inklusi: fraksi ejeksi < 40%, tekanan darah sistole 80 – 120 mmHg, diastole  60 – 80 mmHg. Klasifikasi fungsionil:  II dan III,   mendapat terapi pengobatan gagal jantung Standar (Angiotension Converting enzymes - inhibitor, beta blockers, diuretic, digitalis),  tidak ada disritmia yang mengancam kehidupan/bersifat fatal, infark tidak luas dan non elivasi segmen ST, usia 30 –70 tahun, mendapat izin dari dokter. Setiap responden di berikan model aktivitas dan latihan selama 6 hari di rumah sakit. Intensitas latihan di ukur dengan skala Borg. Hasil penelitian didapatkan ada perbedaan tekanan darah sistole, diastole dan rata-rata sebelum dan sesudah intervensi aktivitas dan latihan. Dengan intensitas latihan pada fase akut selama dirumah sakit (inpatient) adalah ringan. Rekomendasi penelitian ini adalah model aktivitas dan latihan klien gagal jantung yang dikembangkan peneliti dapat diimplementasikan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas pada fase akut selama di rumah sakit (inpatient).
Copyrights © 2014