Logo IPI  
Journal > Jurnal Teknik Sipil > Kajian Konsep Kebijakan Infrastruktur Strategis untuk Pengendali Banjir Jakarta (Studi Kasus Giant Sea Wall dan Multi Purpose Deep Tunnel)

 

Full Text PDF (1,552 kb)
Jurnal Teknik Sipil
Vol 23, No 1 (2016)
Kajian Konsep Kebijakan Infrastruktur Strategis untuk Pengendali Banjir Jakarta (Studi Kasus Giant Sea Wall dan Multi Purpose Deep Tunnel)
Wiyono, Agung ( Kelompok Keahlian Sumber Daya Air. Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan - Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesa No.10 Bandung 40132.)
Isfanovi, Hilda ( Program Magister Pengelolaan Sumber Daya Air Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan - Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesa No.10 Bandung, 40132.)
Pratama, Ahmad Gimmy ( Fakultas Psikologi Universitas Padjajaran Jl. Ir. H. Juanda No.438 Bandung.)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
25 Aug 2016
 
Abstrak. Banjir merupakan agenda yang harus dihadapi pemerintah. Namun, terbangunnya infrastruktur pengendali banjir belum mengatasi banjir di Jakarta. Penelitian ini membahas rencana dan konsep kebijakan penanganan banjir dengan infrastruktur sea wall dan deep tunnel, simulasi pengambilan keputusan dalam organisasi dengan teori kebijakan publik: The Garbage Can Model of Organizational Choice. Penelitian bersifat komparatif, penulis membandingkan kedua infrastruktur tersebut dalam aspek teknis, ekonomi, lingkungan, sosial, dan politik, melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk mengetahui aspek yang paling berpengaruh. Analisa data diolah dengan metode Analytical Hierarchy Process, Expert Choice dan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan dalam pertimbangan pengambilan keputusan pemilihan infrastruktur sea wall dan deep tunnel. Dari simulasi pemilihan kedua jenis infrastruktur dengan menggunakan metode AHP, Expert Choice serta analisis kuisioner, infrastruktur pilihan adalah deep tunnel. Dalam analisis terlihat bahwa aspek politik dianggap sebagai aspek yang paling berpengaruh dalam pengambilan keputusan infrastruktur. Hal tersebut menjadi tidak tepat ketika sebuah solusi dibutuhkan untuk menyelesaikan permasalahan teknis namun politik menjadi pertimbangan utama. Sehingga solusi menjadi kurang relevan. Ini dibuktikan dengan simulasi model pengambilan keputusan dengan teori Garbage Can Model of Organizational Choice, dimana hasil simulasi menunjukkan bahwa solusi yang diperoleh karena adanya pengawasan lebih banyak dibandingkan dengan solusi yang diperoleh karena adanya resolusi bersama. Abstract. Floods is a-must to be faced agenda by the government. However, the development of flood control infrastructure has not overcome floods in Jakarta. This study discusses the concept of policy plans and flood management infrastructure of sea wall and deep tunnels, simulation of decision-making in organizations with public policy theory: The Garbage Can a Model of Organizational Choice. Using comparative study, authors compare both infrastructure in the technical aspects, economic, environmental, social, and political, through qualitative and quantitative approaches to determine the most influential aspects. Analysis processed by the Analytical Hierarchy Process, Expert Choice and SPSS. The results showed difference in the consideration of the decision-making infrastructure. From the simulation of both types of infrastructure elections by using AHP, Expert Choice questionnaire and analysis, selected infrastructure is deep tunnel. In the analysis appears that the political aspect is regarded as the most influential aspect in decision making infrastructure. Which is not appropriate when a solution is needed to solve technical issues but politics was the main consideration and make solution becomes less relevant. This is proved by the simulation model of decision-making with a Garbage Can Theory of Organizational Choice models, where the simulation results show that the obtained solution for their supervision more than the obtained solution for their joint resolution.
Copyrights © 2016