Logo IPI  
Journal > Jurnal Sosioteknologi > NILAI FETISISME KOMODITI GAYA HIJAB (KERUDUNG DAN JILBAB) DALAM BUSANA MUSLIMAH

 

Full Text PDF (705 kb)
Jurnal Sosioteknologi
Vol 15, No 2 (2016)
NILAI FETISISME KOMODITI GAYA HIJAB (KERUDUNG DAN JILBAB) DALAM BUSANA MUSLIMAH
sukendro, gatot ( Institut Teknologi Bandung)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
18 Aug 2016
 
Hijab (kerudung dan jilbab) merupakan busana muslimah yang telah ditetapkan bentuk dan penggunaannya dalam syariah Islam. Namun dalam perkembangannya telah terjadi pergeseran nilai fungsi dari hijab (kerudung dan jilbab) sebagai penutup aurat wanita. Hijab (kerudung dan jilbab) kini cenderung hanya untuk menampilkan pesona kecantikan penggunanya dari pada nilai religiusnya. Desain hijab (kerudung dan jilbab) yang saat ini ada dipasaran ternyata tampil lebih modis dengan bentuk, warna, dan motif yang bervariasi sehingga sangat diminati dan menjadi tren dikalangan wanita muslim di Indonesia, khususnya di kota-kota besar seperti pelajar, mahasiswi bahkan para ibu-muda untuk dapat tampil modis tanpa tahu apakah pakaian yang dikenakan tersebut sudah sesuai dengan kaidah-kaidah  sebagai busana muslimah. Bentuk hijab (kerudung dan jilbab) harus memenuhi syarat bentuk yang diatur dalam qur’an dan hadits. Permasalahannya adalah bagaimana sesungguhnya kriteria hijab (kerudung dan jilbab) sebagai busana muslimah menurut qur’an dan sunnah dan apakah terdapat nilai fetisisme komoditi gaya hijab (kerudung dan jilbab) dalam busana muslimah. Berdasarkan hal tersebut maka dalam penelitian ini digunakan pendekatan  metode penelitian kualitatif dengan purposive sampling dengan teknik analisis isi pada sampel data untuk mengetahui muatan nilai fetisisme komoditi pada gaya hijab (kerudung dan jilbab) dalam busana muslimah. Hasil analisis menunjukkan adanya muatan nilai fetisisme komoditi pada produk hijab. Melalui penelitian ini diharapkan prilaku kaum wanita muslim dalam berbusana dapat memilih dan memilah kerudung dan jilbab mana yang sesuai dengan yang telah dipersyaratkan oleh qur’an dan sunnah. Begitu pula  dalam proses merancang hijab (kerudung dan jilbab) sebagai  seorang desainer maupun produsen busana muslim  harus berpedoman pada qur’an dan sunnah.        Kata kunci: busana wanita muslimah, gaya hijab, kerudung dan jilbab, syariah, fetisisme komoditi,ABSTRACT Hijab (veil and jilbab) is a Muslim clothing that has been established and its use in the form of Islamic law. But in its development has been a shift in the value of the function of the hijab (veil and jilbab) to cover the awrah of a woman. Hijab (veil and jilbab) now tend only to show the beauty of users of the religious values. Design hijab (veil and jilbab) that currently exist in the market turned out to look more fashionable with shapes, colors, and patterns that vary so greatly in demand and a trend among Muslim women in Indonesia, especially in big cities such as students, college student even young mothers to be able to look fashionable without knowing whether the clothing worn is in conformity with the rules as Muslim dress. Form of hijab (veil and jilbab) have to qualify the form set out in the Quran and Sunnah. The problem is how exactly the criteria of hijab (veil and jilbab) as a Muslim dress according to the Quran and Sunnah and whether there is a value of commodity fetishism style hijab (veil and jilbab) in Muslim dress. Under these conditions, in this study used qualitative research methods approach with purposive sampling with content analysis technique on a sample of data to determine the charge value of commodity fetishism in the style of hijab (veil and jilbab) in Muslim dress. The analysis showed the presence of a charge on the product value of commodity fetishism hijab. Through this research is expected behavior of the Muslim woman in a dress can select and sort veils and jilbab which are compatible with those required by the Quran and Sunnah. Similarly, in the process of designing the hijab (veil and jilbab) as a designer and manufacturer of Muslim fashion should be guided by the Quran and Sunnah.
Copyrights © 2016